Kuningan – Wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan dimajukan dari tahun 2023 ke 2022, mencuat di kalangan masyarakat.

Jika wacana itu benar adanya, maka kabupaten Kuningan harus mempersiapkan diri untuk menyongsong Pilkada, dalam rangka menentukan calon pasangan pemimpin daerah periode mendatang. Dipastikan jika informasi itu benar, Parpol-Parpol pun akan mulai sibuk mempersiapkan strategi pemenangan.“Waduh, katanya Pilkada serentak jadinya tahun 2022 ya? Dimajukan ke 2023. Bakal rame nih,” kata salah seorang warga, Rudi, dalam sebuah obrolan di salah satu WA Group, Selasa (12/1).

Terkait adanya informasi akan dimajukannya Pilkada serentak ke tahun 2022 itu, anggota lainnya di WAG , Nana, memberikan komentar. Ia menyebut informasi tersebut baru sebatas wacana, sehingga kebenarannya belum bisa dipastikan.“Itu masih wacana, bisa juga hoax. Tapi tunggu saja, kan RUU Pilkadanya juga belum disahkan oleh DPR,” ujarnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi terkait beredarnya wacana tersebut, Ketua KPU Kuningan Asep Z Fauzi S.Pd.I, memastikan informasi itu baru sebatas wacana, mengingat KPU juga masih menunggu pengesahan RUU Pilkada di DPR RI.

“Dalam konteks pemilihan, KPU bertindak sebagai pelaksana UU. Jadi kapan pun jadwal Pilkada jika sudah ada perintah UU maka KPU siap melaksanakannya sesuai ketentuan,” kata Asep.

Menurut Asep, jadwal regular Pilkada dilaksanakan November tahun 2024. Hal itu sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.

“Opsi 2022 atau 2023 masih wacana, baru akan terjawab setelah RUU (Rancangan Undang-Undang) Pemilu disahkan jadi UU. Kapan disahkannya? Belum ada kabar,” jelas Asfa, sapaan akrabnya.

Sementara itu, meski agenda Pemilu masih tergolong jauh, termasuk juga Pilkada dianggap waktunya masih jauh, sejumlah pimpinan Parpol sudah menyatakan siap menghadapi agenda politik 5 tahunan tersebut. Bahkan khusus untuk pemilihan legislatif (Pileg), beberapa Parpol sudah menargetkan raihan kursi DPRD. (Sumber : Radar Cirebon, Rabu Wage 13 Januari 2021)

Komentar

comments