Peringati Hari Ibu, KPU Kuningan Gelar Upacara

Peringati Hari Ibu, KPU Kuningan Gelar Upacara

KPU Kuningan – Guna memperingati Hari Ibu ke-90 KPU Kuningan menggelar upacara di halaman kantor KPU setempat, Sabtu 22/12/2018. Upacara dipimpin oleh Komisioner KPU Kuningan Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Asep Z. Fauzi. Sementara bertindak sebagai pemimpin upacara, Jaja Zaenal Arifin. Hadir dalam upacara tersebut Plt. Sekretaris, para Kasubbag, Staf Pelaksana dan Karyawan KPU Kuningan.

Plt. Sekretaris KPU Kuningan, Asep Pepen Ruspendi SE, menuturkan upacara peringatan hari ibu ke-90 ini digelar atas perintah KPU RI. Perintah tersebut disampaikan melalui surat edaran Nomor 13 Tahun 2018 tertanggal 18 Desember 2018 tentang Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-90 Tahun 2018. Edaran ini kata dia berlaku untuk seluruh Satker KPU di seluruh Indonesia.

“Di KPU RI juga ada upacara. Sehingga pada hari ini Sabtu 22 Desember 2018 upacara peringatan Hari Ibu digelar secara serentak di semua kantor KPU dari mulai pusat, provinsi sampai daerah, termasuk di KPU Kabupaten Kuningan,” katanya.

Sementara Asep Z. Fauzi yang bertindak sebagai pembina upacara dalam sambutannya menuturkan upacara memperingati Hari Ibu tidak semata kegiatan ceremonial. Dia berharap agar momentum ini dijadikan ruang refleksi atas pentingnya peran perempuan dalam segala aspek kehidupan.

“Melalui upacara ini kita diingatkan untuk mengakui peran aktif para Ibu dan kaum perempuan yang memiliki peran sangat krusial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, penting kiranya bagi kita semua menempatkan perempuan secara terhormat sesuai harkat dan martabatnya,” jelasnya.

Dia menegaskan, dalam pergerakan mewujudkan kemerdekaan para perempuan memberikan andil yang tidak sedikit mendorong tercapainya cita-cita perjuangan. Para perempuan dalam organisasinya masing-masing juga turut berjuang melalui caranya masing-masing. Bahkan ada pula yang turut memanggul senjata dan turut bertempur di garis depan peperangan.

Dijelaskan Komisioner yang biasa dipanggil Asfa itu, siapapun di dunia ini tidak boleh mengesampingkan atau menghilangkan peran perempuan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bahkan, menurutnya para Ibu dan kaum perempuan memiliki peranan sangat strategis bagi kaum laki-laki. “Sulit dibayangkan jika dalam kehidupan manusia tidak ada perempuan, niscaya hidup ini akan terasa sangat asing,” ungkapnya.

Asfa menambahkan, dalam konteks kontestasi demokrasi pun tak terhitung peran aktif kaum perempuan. Sejarah mencatat, banyak tokoh perempuan lahir dari proses politik di negeri ini. Tak sampai di situ, kontribusi kaum perempuan yang terlibat sebagai penyelenggara Pemilu ataupun Pilkada pun sangat luar biasa.

“Silahkan dicatat, berapa banyak perempuan yang terjun langsung sebagai penyelenggara dari mulai tingkat pusat sampai level paling dasar seperti TPS. Mulai dari KPU RI sampai KPPS, Bawaslu RI sampai Pengawas TPS. Singkatnya, tanpa kehadiran perempuan bisa jadi proses demokrasi di negeri ini terancam mengalami penurunan kualitas. Oleh karena itu, mari kita sama-sama memuliakan kaum perempuan,” ucapnya.***

Komentar

comments