Peran Relawan Demokrasi Dalam Pilkada Kuningan 2018

Peran Relawan Demokrasi Dalam Pilkada Kuningan 2018

Kuningan, Sabtu 6 Januari 2018. Hari pertama (6/1) Bimbingan Teknis Relawan Demokrasi di Hotel Prima Resort memasuki sesi malam tepatnya pukul 19.30 WIB. Sesi kali ini diisi oleh Ketua KPU Kuningan Heni Susilawati. Sebelum memulai paparan materinya, Heni lebih dulu mengajak peserta mendialogkan apa saja yang telah dilakukan oleh Relawan Demokrasi KPU Kabupaten sejak dibentuk 4 bulan yang lalu.

Relawan Demokrasi yang terdiri dari pelbagai segmen yakni Pemilih Pemula, Pemilih Perempuan, Pemilih Keagamaan, Pemilih Marjinal, dan Pemilih Disabilitas. Peserta kemudian mendialogkan kegiatan, hambatan, dan tantangan dalam melaksanakan tugasnya. Kesempatan ini digunakan juga sebagai sharing session yang tujuannya untuk menemukan solusi atas hambatan dan menentukan langkah-langkah preventif apa saja yang dapat dilakukan guna kelancaran sosialisasi Pilkada Kuningan 2018 disegmennya masing-masing.

Pasca sesi tanya jawab, Heni menyampaikan peranan Relawan Demokrasi dalam tahapan Pilkada terdekat yakni tahapan Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih pada tanggal 20 Januari 2018.  Relawan Demokrasi dapat mengambil peran dalam pencocokan dan penelitian minimal kepada keluarganya sekaligus melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga.

Dihadapan Relawan Demokrasi, Heni menyampaikan bahwa pada tanggal 8 s.d. 10 Januari 2018 akan digelar pendaftaran bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan 2018. Menurut Heni sosialisasi Pilkada Serentak Tahun 2018 selain bekisar pada penyebarluasan informasi waktu pelaksanaan Pilkada, sosialisasi tahapan yang sedang atau akan dilaksanakan juga harus senantiasa diinformasikan. Dengan begitu, masyarakat melalui Relawan Demokrasi senantiasa mengetahui setiap tahapan-tahapan Pemilihan, khususnya Pilkada Kuningan Rabu 27 Juni 2018.

Relawan Demokrasi juga diberikan pengetahun tentang tips memilih pemimpin. Menurut Heni, dalam rangka memilih pemimpin, masyarakat selaku pemilih dapat mengenali visi, misi, dan program pasangan calon; kenali rekam jejaknya; catat janjinya; dan waspada terhadap money politics serta berita hoax menjelang pemilihan.

“Pilkada Kuningan 2018 seyogyanya dijadikan kesempatan oleh masyarakat untuk menentukan pemimpin yang mampu membawa Kuningan ke arah yang lebih baik lagi. Jika ada yang menyampaikan Pilkada tidak manfaatnya, maka mari kita sama-sama ingatkan bahwa kebermanfaatan Pilkada tidak melulu dirasakan secara personal melainkan secara luas seKabupaten Kuningan. Mari bersama-sama percaya kepada proses Pilkada dan suksekan dengan azas yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil karena suaramu menentukan nasib bangsa.” tutur Heni mengakhiri paparan materinya.***

Komentar

comments