KPU Kuningan – Guna miningkatkan semangat demokrasi dikalangan mahasiswa yang merupakan generasi penerus deokrasi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kuningan melalukan penandatanganan naskah perjanjian kerjasama atau yang sering kita dengar dengan istilah MoU (Memorandum of Understanding) antara KPU Kabupaten Kuningan dengan 4 (empat) Universitas di wilayah Kabuapten Kuningan. MoU ini yang merupakan 2 (dua) Universitas terakhir dalam giat “KPU Goes to Campus” yaitu di STIKes Muhammadiyah Kuningan (Kamis, 15 Oktober 2020) dan STKIP Muhammadiyah Kuningan (Jumat, 16 Oktober 2020), yang sebelumnya sudah dilakukan di Universitas Islam Al-Ihya Kuningan (Jumat, 9 Oktober 2020) dan Univeristas Kuningan (Selasa, 13 Oktober 2020.

Dalam kesempatan ini, Asep Z Fauzi, SPd.I. selaku ketua KPU Kabupaten Kuningan menyampaikan bahwa pentingnya partisipasi mahasiswa dalam pemilu karena mahasiswa merupakan kelompok sosial yang ada ditengah masyarakat diharapkan dapat mensosialisasikan cara berdemokrasi yang baik dan benar seperti pelaksanaan Pemilu jauh dari Isu SARA (Suku, Agama, Ras dan antar Golongan); Money Politik dan Hoax sehingga Pemilu dapat berjalan dengan aman. Perguruan tinggi merupakan lembaga yang potensial untuk menjadi mitra KPU dalam melaksanakan agenda-agenda demokrasi, seperti Pemilu yang berkualitas.

“Kesuksesan penyelenggaraan pemilu berada di pundak kita semua termasuk para mahasiswa semua, sehingga saya mengajak kepada para mahasiswa, mari kita saling kerja sama dan dalam menyongsong agenda kepemiluan di masa mendatang yang lebih baik dan terhindar dari hoax,” ujarnya.

“Kami berharap agar melalui kerja sama ini, para mahasiswa aktif untuk kolaborasi mendukung KPU Kab. Kuningan dalam membangun kualitas demokrasi di Kuningan,” sambung pria yang akrab dipanggil Asfa.

Ketua STIKes Muhammadiyah Kuningan, Apt Wawang Anwarudin, M.Sc menyambut baik kedatangan KPU Kabupaten Kuningan untuk menjalin kerjasama ini sehingga mahasiswa mampu melakukan kegiatan demokrasi di lingkungan kampus seperti pemilihan BEM sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Sementara itu, Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan, Nanan Abdul Manan mengungkapkan, bahwa STKIP Muhammadiyah Kuningan berkomitmen untuk menjalin kerja sama dan membangun sinergitas bersama KPU Kuningan dalam rangka penyelenggara pemilu yang professional, handal dan mumpuni.

“Demokrasi yang diawali dari Pemilu harus menghasilkan pemimpin yang berintegritas. Dan Pemilu yang berintegritas diawali dari Penyelenggara Pemilu yang berintegritas,” pesan Nanan. Secara umum point utama yang tertuang dalam MoU adalah implementasi dari tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Komentar

comments