KPU RI Gelar Sosdiklih di Kuningan

KPU RI Gelar Sosdiklih di Kuningan

Kuningan, 22 Januari 2019. Komisi Pemilih Umum (KPU) Republik Indonesia telah menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih Pemilu Serentak Tahun 2019. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Kepala Biro Teknis dan Hupmas Sekretariat Jenereal KPU RI Supriyatna. Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin, Anggota KPU Jawa Barat Endun Abdul Haq, Ketua KPU Kuningan Asep Z. Fauzi, Komisioner KPU Kuningan Maman Sulaeman, Asep Budihartono, Dudung Abdu Salam, dan Lestari Widyastuti. Turut hadir pula Ketua Bawaslu Kuningan Jubaedi.

Dalam sambutannya membuka kegiatan, Asep Z. Fauzi menyampaikan apresiasinya kepada KPU RI karena telah menjadikan Kuningan sebagai tempat tersebut berlangsung. Menurutnya, partisipasi selalu menjadi bagian penting dalam Pemilu sekaligus menjadi tantangan kerja bagi penyelenggara Pemilu. Tiga kali Pemilu pasca reformasi menunjukan kecenderungan penurunan tingkat partisipasi pemilih,

“Sebagai penyelenggara Pemilu, KPU Kabupaten Kuningan memiliki tanggung jawab terhadap hal tersebut. Secara sistematik KPU membangun visi untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat untuk terwujudnya cita-cita masyarakat yang demokratis. Setidaknya visioning ini menjadi bagian penting dalam proses kontestasi demokrasi yang sedang berlangsung.” tuturnya kemudian.

Ketua KPU Kuningan yang lebih akrab disapa Asfa tersebut kemdian menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan mencapai tujuan membangun kesadaran pentingnya partisipasi dalam Pemilu untuk memastikan kedaulatan rakyat dijalankan dengan jujur dan adil. Serta membangun pemahaman bersama mengenai prinsip berpartisipasi dalam Pemilu dan bagaimana pemilih melakukan partisipasi.

Di forum yang berlokasi di Grand Purnama Hotel Kuningan, Supriyatna menjelaskan bahwa Pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyat yang berazazkan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Pemilu melibatkan rakyat sebagai pemilih. Ada pun untuk mendapatkan hak pilihnya maka harus memenuhi syarat sebagai pemilih, diantaranya berusia 17 tahun atau lebih dan/ atau sudah/sudah pernah kawin sebagaimana disampaikan dalam PKPU 11 Tahun 2018 Pasal 4 ayat 2 dan PKPU 37 Tahun 2018 Pasal 4.

Hal lain tentang kepemiluan disampaikan pula oleh Yanuar bahwa penyelenggaraan Pemilihan Umum diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Pemilu Tahun 2019 merupakan pemilihan yang menarik. Hal tersebut dikarenakan setiap pemilih mendapatkan 5 jenis surat suara yakni Pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Calon DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/ Kota.

Endun Abdul Haq pula mengutarakan bahwa Kabupaten Kuningan termasuk wilayah di Provinsi Jawa Barat yang kondusif dalam hal kaitannya dengan penyelenggaraan Pemilihan Umum. Namun untuk angka partisipasi masyarakat, Kabupaten Kuningan tidak pernah mencapi angka 80%. Diindikasi bahwa hal demikian terjadi dikarenakan karena masyarkat Kabupaten Kuningan banyak yang merantau. Diharapkan pemilih yang tidak dapat mencoblos di TPS yang telah didaftarkan di Kabupaten Kuingan, agar mengurus A.5-KPU agar meskipun pada hari H masih dapat memilih.***

Komentar

comments