KPU Kuningan Sosdiklih di STIKes Kuningan

KPU Kuningan Sosdiklih di STIKes Kuningan

Kuningan, 4 April 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan telah melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes Kuningan). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB tersebut dihadiri oleh Komisioner KPU Kuningan Divisi SDM dan Parmas Dudung Abdu Salam, Kasubbag Teknis dan Hupmas Jajang Jamaludin, Wakil Ketua 3 STIKes Heri Hermasyah, dan puluhan mahasiswa STIKes Kuningan, serta Relawan Demokrasi KPU Kuningan.

Dihadapan para peserta sosdiklih tersebut, Dudung menyampaikan beberapa hal terkait tahapan Pemilu, yakni tahapan, program, dan jadwal Pemilu; pemutakhiran data Pemilih dan penyusunan daftar Pemilih; serta pemungutan dan penghitungan suara.

Selain itu, Dudung juga memaparkan mengenai syarat menjadi pemilih. Menurutnya, berdasarkan PKPU 11 Tahun 2018 bahwa syarat memilih itu yakni genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih pada hari pemungutan suara, sudah kawin, atau sudah pernah kawin; tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya; tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; berdomisili di wilayah administratif Pemilih yang dibuktikan dengan KTP-el; dalam hal Pemilih belum mempunyai KTP-el, dapat menggunakan Surat Keterangan yang diterbitkan oleh dinas yang menyelenggarakan urusan kependudukan dan catatan sipil setempat; dan tidak sedang menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia, atau Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Pemilih dibagi 3 kategori; DPT, DPTb, dan DPK. DPT merupakan DPSHP Akhir yang telah diperbaiki oleh PPS, direkapitulasi oleh PPK, dan ditetapkan oleh KPU/KIP Kabupaten. Sementara DPTb merupakan Daftar Pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS yang karena keadaan tertentu Pemilih tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain. Kalau DPK itu daftar Pemilih yang memiliki identitas kependudukan tetapi belum terdaftar dalam DPT dan DPTb.” tutur Dudung.

Masing-masing kategorisasi pemilih tersebut, menurutnya akan mendapatkan surat suara yang berbeda-beda. “Bisa jadi pemilih DPTb tidak akan mendapatkan surat suara sejumlah 5 jenis sebagaimana DPT dan DPK. Hal itu disebabkan oleh perpindahan pemilih tersebut dari TPS asal ke TPS tujuan, kalau beda Dapil tentu akan beda pula hak suara yang akan didapatnya.” tutur Dudung.

Forum sosialisasi dan pendidikan pemilih di akhiri dengan pengenalan 5 jenis contoh surat suara, tata cara mencoblos, serta klasifikasi suara sah dan tidak sah. Peserta yang tergolong pemilih pemula begitu antusias dan interaktif mengikuti forum tersebut. Hal itu ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan saat sesi tanya-jawab. “Semoga mahasiswa STIKes bisa turut serta berperan aktif dalam menyukseskan Pemilu 2019 dengan menyalurkan hak suaranya di TPS 17 April 2019, serta turut andil dalam melawan politik uang, dan melawan hoax.” tutur Dudung.***

Komentar

comments