KPU Kuningan Sapa Milenial Lebakwangi

KPU Kuningan Sapa Milenial Lebakwangi

Kuningan, 14 Maret 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan terhitung sejak tanggal 14 s.d. 17 Maret 2019 mengagendakan kunjungan ke sekolah-sekolah. Kegiatan yang bertajuk “KPU Goes to School” dimaksudkan untuk pendidikan pemilih oleh KPU Kabupaten Kuningan. Untuk hari ini (14/3), KPU Kabupaten Kuningan mengunjungi SMAN 1 Lebakwangi. Kegiatan yang digelar di masjid sekolah tersebut dihadiri oleh Koimsioner KPU Kabupaten Kuningan Divisi SDM dan Parmas Dudung Abdu Salam, Wakasek Kesiswaan SMA N 1 Lebakwangi Hj. Cicih Sukaesih, 250 orang siswa, dan PPS Desa Cinagara Lebakwangi.

Dalam sambutannya, Cicih menyampaikan apresiasinya kepada KPU Kuningan. “Dengan adanya kunjungan dari KPU, saya sangat bersyukur karena para siswa di sini dapat langsung menimba pengetahuan tentang kepemiluan langsung dari ahlinya. Siswa dapat mengetahui surat suara apa saja yang akan didapat, bagaiman cara mencoblos yang benar, dan bagaimana caranya menyikapi informasi yang beredar selama Pemilu berlangsung.” tutur Cicih.

Dirinya menambahkan, bahwa terdapat pula beberapa siswa yang menjadi KPPS. Diharapkan para siswa yang menjadi petugas itu, dapat mengoptimalkan kesempatan sosialisasi ini dengan baik untuk memeroleh pengetahuan tentang pemungutan dan penghitungan suara.

Komisioner DIvisi SDM dan Parmas Dudung Abdu Salam saat meberikan materi.

Masuk sesi materi, Dudung Abdu Salam mula-mula menjelaskan bahwa terdapat 5 jenis surat suara yang akan didapatkan pada hari pencoblosan 17 April 2019 oleh pemilih yakni Surat Suara Calon Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPR Kabupaten. Untuk membedakanyanya, dirinya menuturkan bisa dilihat dari warna sampul masing-masing jenis surat suara dan ukurannya.

“Untuk dapat menggunakan hak memilih, Warga Negara Indonesia harus terdaftar sebagai Pemilih kecuali yang ditentukan lain dalam Undang-Undang. Ada pun syarat seseorang memenuhi syarat sebagai pemilih yakni genap berumur 17 (tujuh belas) tahun atau lebih pada hari pemungutan suara, sudah kawin, atau sudah pernah kawin; tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya; tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; berdomisili di wilayah administratif Pemilih yang dibuktikan dengan KTP-el; tidak sedang menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia, atau Kepolisian Negara Republik Indonesia.” tutur Dudung dihadapan para siswa.

Selanjutnya, Dudung menjelaskan kategorisasi data pemilih. “Terdapat 3 kategori pemilih dalam Pemilu yakni DPT, DPTb, dan DPK. DPT adalah DPSHP Akhir yang telah diperbaiki oleh PPS, direkapitulasi oleh PPK, dan ditetapkan oleh KPU/KIP Kabupaten/Kota. Daftar Pemilih Tambahan yang selanjutnya disingkat DPTb adalah Daftar Pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS yang karena keadaan tertentu Pemilih tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain. Daftar Pemilih Khusus yang selanjutnya disingkat DPK adalah daftar Pemilih yang memiliki identitas kependudukan tetapi belum terdaftar dalam DPT dan DPTb.” tutur Dudung.

Antusiasme siswa SMA N 1 Lebakwangi saat mengikuti forum.

Pada sesi akhir, yakni tanya-jawab, ada salah satu siswa SMA N 1 Lebakwangi yang bertanya bagaimana caranya menentukan pilihan. Dudung meresponnya dengan, “untuk dapat menentukan pilihan, pemilih dihimbau untuk mencermati visi, misi, program masing-masing calon. Kemudian, pemilih dapat mencari informasi yang benar mengenai rekam jejak calon. Dan yang tidak kalah pentingnya juga bahwa pemilih diharapkan tidak ikut serta dalam praktik money politic dan penyebaran hoax.” tegas Dudung.***

Komentar

comments