KPU Kuningan Jelaskan Siklus Pemilu dan Strategi Pendidikan Pemilih

KPU Kuningan Jelaskan Siklus Pemilu dan Strategi Pendidikan Pemilih

Kuningan, Minggu 7 Januari 2018. Bimibingan Teknis Relawan Demokrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan yang diadakan di Hotel Prima Resort menginjak hari kedua (7/1). Pasca mengikuti sesi olahraga dan foto bersama, peserta bimtek kembali memasuki forum untuk menerima materi yang dipaparkan oleh Komisioner KPU Kabupaten Kuningan Divisi SDM dan Parmas Asep Z Fauzi.

Asfa, panggilan akrab Asep Z Fauzi, pagi kali ini menyampaikan tentang siklus Pemilihan Umum. Ada pun tujuan yang hendak dicapai setelah mengikuti paparan materi tersebut, diharapkan peserta bimtek mampu memahami proses tahapan pemilu sebagai sebuah siklus. Menurut Asfa, bahwa yang dinamakan siklus yakni putaran waktu yang di dalamnya terdapat rangkaa kejaian yang berulang-ulang secara tetap dan teratur.

“Secara sederhana Siklus Pemlihan Umum berdasarkan aktivitas meliputi kerangka hukum; perencanaan pelaksanaan Pemilihan Umum; kursus dan pendidikan; pendaftaran pemilih; sosialisasi/ kampanye Pemilihan Umum; pemungutan dan penghitungan suara; hasil verifikasi; dan pasca pemilu. Siklus Pemilu berlangsug secara terus menerus dari satu Pemilu ke Pemilu berikutnya serta tahapan Pemilu merupakan bagian dari siklus.” tutur Asfa.

Selanjutnya Asfa menjelaskan tentang Strategi Pedidikan Pemilih (SPP). Outputnya, peserta bimtek yang terdiri dari Relawan Demokrasi mampu untuk menyusun strategi pendidikan pemilih dalam pross Pemilu yang mencerminkan kebutuhan pemangku kepentingan. SPP disusun dengan maksud untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi pendidikan pemilih; sebagai panduan dalam menyusun program pendidikan pemilih; dan sebagai alat monitoring dan evaluasi program pendidikan pemilih.

“Dalam menyusun Strategi Pendidikan Pemilih, penyusun harus memperhartikan beberapa hal yakni mampu menidentifikasi siapa target/ sararan pendidikan pemilih; siapa saja yang terlibat; gunakan metode yang tepat bisa diandalkan, absah, dan murah; menggunakan bahasa yang tepat guna sehingga mudah dipahami; waktu; media; tujuan yang hendak dicapai; dan anggarang yang efisien dan efektif.” tutur Asfa.

Ada pun jenis-jenis strategi Pendidikan Pemilih menurut Asfa meliputi 4 macam yakni Media Relations; Mobilisasi Sosial; Tatap Muka; dan Pengadaan Bahan Pendidikan Pemilih. Untuk jenis strategi media relations meliputi a) above the line misalnya iklan, interaktif, advetorial; b) belon the line  misalnya jumpa pers, rilis pers, lomba foto. Untuk jenis mobilisas sosial meliputi kerjasama dengan instansi tekait; kerjasama dengan komunitas/ kelompok masyarakat; dan kerjasama internal. Untuk jenis strategi tatap muka misalnya pentas seni, FDG, seminar, lokakarya, dan simulasi. Untuk jenis pengadaan bahan pendidikan pemilih dalam strategi pendidikan pemilih misalnya poster, flyer, video, buku panduan, dan komik.

Di akhir paparan materinya, Asfa menyampaikan bahwa tercapainya tujuan pendidikan pemilih sangat ditentukan oleh kemampuan pihak yang terlibat dalam menyusun strategi pendidikan pemilih. Selain itu, menurutnya, dalam pelaksanaa Pemilu pada saat yang bersamaan penyelenggara dapat menggunakan strategi pendidikan pemilih yang berbeda-beda untuk menjangkau terget grup yang berbeda.***

Komentar

comments