KPU Kuningan Jelaskan Pedtek Sosdiklih dan Parmas

KPU Kuningan Jelaskan Pedtek Sosdiklih dan Parmas

Kuningan, Sabtu 27 Januari 2018. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Bidang Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat Pada Pilkada Serentak Tahun 2018 yang diselenggarakan di Hotel Grage Sangkan Kuningan masih terus berlangsung. Tepat pada pukul 16.30 WIB, 64 peserta bimtek yang terdiri dari Anggota PPK Divisi SDM dan Divisi Hukum seKabupaten Kuningan kembali menerima paparan materi.

Bertindak sebagai narasumber komisioner KPU Kabupaten Kuningan Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat Asep Z Fauzi memaparkan tentang Pedoman Teknis Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat.

“Sumber materi dalam kesempatan kali ini adalah UU Nomor 1 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah dua kali djengan UU Nomor 8 Tahun 2015 dan UU Nomor 10 Tahun 2016, UU Nomor 7 Tahun 2017, dan Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2017 tentang Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2017 tentang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.” tutur Asep Z Fauzi.

Asfa panggilan akrab Asep Z Fauzi, berharap bahwa pasca penyampaian materinya, peserta bimtek diharapkan mampu untuk menyebarluaskan informasi mengenai tahapan, program, dan jadwal Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018 kepada masyarakat; meningatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang hak dan kewajiban dalam Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018; dan meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018.

“Dalam sosdiklih, penyelenggara senantiasa menyebarluaskan pemahaman tentang Demokrasi dan prosedur Pemilihan; sosialisasi hari dan tanggal pemungutan suara serta tahapan, program dan jadwal Pilkada 2018; sosialisasi pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih, meliputi: mekanisme pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih; tahapan dan jadwal pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih; peran masyarakat dan partai politik dalam pemutakhiran data dan penyusunan.

Selain itu, sosialisasi tahap pencalonan yang meliputi jadwal pencalonan pasangan calon Kepala Daerah jalur Partai Politik dan Perseorangan; persyaratan pengajuan pasangan calon Kepala Daerah jalur Partai Politik dan Perseorangan; mekanisme verifikasi persyaratan pasangan calon Kepala Daerah jalur Partai Politik dan Perseorangan; penetapan pasangan calon Kepala Daerah; dan pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon Kepala Daerah.

Untuk sosialisasi tahapan kampanye, meliputi ketentuan kampanye; jadwal kampanye; dan visi, misi dan program kerja pasangan calon Kepala Daerah. Sosialisasi pelaporan dana kampanye, meliputi jadwal penyampaian laporan; jenis laporan; penyusunan laporan dana kampanye; dan audit dan hasil audit dana kampanye. Sosialisasi P2S, meliputi tata cara pemungutan dan penghitungan suara; tata cara rekapitulasi hasil penghitungan suara di KPPS, PPK, dan KPU; pengumuman hasil Pemilihan Kepala Daerah; penetapan, pengesahan dan pengangkatan pasangan calon Kepala Daerah terpilih.

“Untuk metode yang dapat digunakan dalam sosdiklih dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya komunikasi tatap muka; pemanfaatan media massa; mobilisasi sosial; pemanfaatan budaya lokal/ tradisional/ kegiatan keagamaan; dan metode kreatif lainnya yang memudahkan masyarakat untuk menerma informasi pemilih dengan baik.” tutur Asfa.

Selain paparan materi dilakukan dengan metode ceramah, Asfa mengajak peserta bimtek memahami materi melalui metode tanya-jawab. Hal tersebut menurutnya, memungkinkan untuk terjadinya studi kasus dan analisis sosial. Sehingga diharapkan peserta bimtek dapat saling memahami dan menerapkan variasi strategi yang dilakukan dipelbagai wilayah kecamatan untuk meningkatnya partisipasi masyarakat Kuningan dalam Pilkada Serentak Rabu 27 Januari 2018.***

Komentar

comments