KPU Kuningan Jelaskan Panduan Petugas PPDP

KPU Kuningan Jelaskan Panduan Petugas PPDP

Kuningan, Jumat 29 Desember 2017. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan masih terus melangsungkan Bimtek Terpadu dengan mengusung tema mewujudkan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Tahun 2018 dengan DAMAI (Demokratis, Aman, Melayani, Aksesibel, Independen) di Hotel Prima Resort Kuningan.

Kegiatan yang diikuti oleh Ketua dan Anggota PPK seKabupaten Kuningan serta Ketua dan Anggota Panwascam sekabupaten Kuningan sudah memasuki penyampaian materi yang ketiga pukul 16.00 WIB yakni Tugas PPDP yang dibawakan oleh Komisioner KPU Kabupaten Kuningan Divisi Teknis Perencanaan dan Data Dadan Hamdani.

“PPDP harus tahu dan paham bahwa ada 3 kategori pemilih yakni DPT, DPTB, dan DPPH.  DPT merupakan kran/ pintu masuk ke TPS. Masyarakat yang masuk ke DPT itulah yang diatur persyaratannya diantaranya adalah genap usia 17 tahun atau lebih pada hari pemungutan suara atau sudah/ pernah kawin; tidak sedang terganggu jiwa/ ingatannya; tidak sedang dicabut hak pilihnya melalui putusan pengadilan; berdomisili di daerah pemilihan dengan menunjukkan KTP elektronik atau Surat Keterangan dari Disdukcapil; dan tidak sedang menjadi anggota TNI/ Polri.” tutur Dadan.

Selanjutnya Dadan menyampaikan bahwa akan ada Gerakan Coklit Serentak/ KPU mencoklit pada hari Sabtu 20 Januari 2018. Pada saat itu PPL dapat turut serta berperan minimal denga mengecek apakah Petugas PPDP menggunakan artibut atau tidak dan tugas-tugas pengawasan lainnya sesuai dengan perangkat pengawasan sesuai dengan regulasinya.

“PPDP harus memeriksa terlebih dahulu perlengkapan sebelum melaksanakan Coklit yakni dokumen data pemilih tiap TPS (Model A.KWK) yaitu Daftar Pemilih yang disampaikan oleh KPU/KIP Kabupaten/ Kota yang dicoklit; dokumen data pemilih baru (Model A.A.KWK) yaitu Formulir Kosong untuk mencatat pemilih yang belum terdaftar pada Model A.KWK; formulir data telah terdapat (Model A.A.1.KWK) Tanda terima rangkap dua sebagai bukti telah didaftar; stiker terdaftar (Model A.A.2.KWK) stiker yang ditempel di rumah pemilih; dan alat tulis (pensil, ballpoin, penggaris, map plastik), tanda pengenal, dan rompi petugas PPDP.” tutur Dadan.

Dalam pelaksanaan Coklit, PPDP harus membacakan anggota keluarga dan yang tercatat dalam formulir A.KWK. Kemudian meminta tanggapan dari kepala keluarga atau anggota keluarga yang dituakan. Lalu memperbaiki data yang tidak sesuai dalam formulir A.KWK berdasarkan KK atau KTP. PPDP kemudian membacakan kembali semua data yang dan pastikan semua anggota keluarga yang boleh memilih sudah terdaftar dan dimasukkan di formulir A.KWK.  Serta jangan lupa untuk mendokumentasikan proses coklit dan upload ke media sosial dengan menandai (tag) aku KPU Provinsi Jawa Barat. Bagi pelih yang berkebutuhan khusus, PPDP harus mencatat keterangan pemilih berkebutuhan khusus pada kolom jenis disabilitas.***

 

Komentar

comments