KPU Kuningan Hadirkan Jurnalis Senior Di Bimtek Relasi

KPU Kuningan Hadirkan Jurnalis Senior Di Bimtek Relasi

Kuningan, Sabtu 6 Januari 2018. Bimbingan Teknis Relawan Demokrasi yang mengusung tema Strategi Meningkatkan Partisipasi Pemilih pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Tahun 2018 masih terus berlangsung. Pukul 16.00 WIB , peserta bimtek dipertemukan dengan jurnalis senior H. Toto Santosa.

Kepada peserta bimtek, Toto menyampaikan materi Peran Media Massa dalam Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih. Dalam paparannya, menurut Toto secara global ada dua pandangan tentang peran media dalam pemilihan yakni peran positif dan peran negatif. Peran positif paling sederhananya adalah media sebagai sumber informasi kepada masyarakat dan kontrol sosial serta dapat dijadikan medium untuk mempengaruhi calon pemilih sehingga meningkatkan partisipasi pemilik. Peran negatifnya, media dapat menjadi corong salah satu pasangan calon sehingga dalam pemberitaannnya tidak berimbang antara paslon satu dan paslon lainnya.

“Peran media dalam kehidupan masyarakat sehingga mampu mempengaruhi dan mengubah cara pikir atau cara pandang dari seseorang. Misalnya hampir banyak media dan sering memuat berita atau artikel tentang sudut pandang visi misi pasangan calon dan dinilainya program-program yang sederhana tetapi manyangkut dan menyentuh kepentingan kehidupan masyarakat.” tutur Toto.

Toto kemudian menyampaikan bahwa pesatnya perkembangan media membuat setiap orang memiliki peluang yang bersar untuk menjadi bagian dari media. Seseorang yang menjadi jurnalis tanpa dibekali terlebih dahulu ilmu mengenai jurnalistik akan memicu timbulnya persoalan-persoalan yang berkembang di masyarakat melalui tulisannya.

Kepada Relawan Demokrasi KPU Kabupaten Kuningan, Toto menyampaikan untuk penyebaran informasi melalui media diharapkan sedekat mungkin mematuhi pedoman umum; standar jurnalisme profesional; dan kode etik jurnalistik. Standar profesi jurnalis yaitu memiliki skill atau keterampilan menulis (writing skill) dan/atau kemahiran berbicara (speaking skill) bagi jurnalis radio dan televisi. Jurnalis harus menguasai teknik repostase dan wawancara, memahami bidang liputan, dan terpenting menaati kode etik jurnalistik.

“Ada pun Kode Etik Jurnalistik meliputi independen; akurat dalam pemberitaan; berimbang; tidak melakukan plagiat; selalu menguji informasi (cek dan ricek, verifikasi); tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi; tidak membuat berita bohong, fitnah dan sadis; tidak menyalahgunakan profesi; tidak menerima suap uang, benda, atau fasilitas dari pihak lain yang mempengaruhi independensi.” tutur Toto.***

Komentar

comments