KPU Kuningan Gelar Sosdiklih di Stikes Muhammadiyah Kuningan

KPU Kuningan Gelar Sosdiklih di Stikes Muhammadiyah Kuningan

Kuningan, 29 Maret 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan telah melakukan kunjungan sosialisasi dan pendidikan pemilih di Stikes Muhammadiyah Kuningan. Kegiatan yang dihadiri oleh Komisioner KPU Kuningan Divisi SDM dan Parmas Dudung Abdul Salam sebagai pemateri tersebut dihadiri oleh 120 orang mahasiwa Stikes Muhammadiyah Kuningan. Bertempat di auditorium kampus, kegiatan sosdiklih berlangsung interaktif.

Di forum yang diikuti oleh mahasiswa tersebut, Dudung menjelaskan mengenai syarat untuk menjadi pemilih, pengenalan partai politik, surat surat yang akan didapatkan pada hari H pelaksaan pemungutan dan penghitungan suara, ketegorisasi daftar pemilih, kampanye, dan tata cara mencoblos.

Komisioner KPU kabupaten Kuningan Divisi SDM dan Parmas Dudung Abdu Salam saat memaparkan materi di Auditorium Stikes Muhammadiyah Kuningan

Dudung kemudian menyampaikan pula agar berhati-hatilah setiap menerima informasi atau pesan berantai. Pastikan untuk kroscek terlebih dahulu sumbernya dari mana? Apakah bisa dipertanggungjawabkan? Jangan mudah terprovokasi dengan informasi bohong (hoax) apalagi menyebarluaskannya karena ada sanksinya.

“Pemilih pemula memegang peran yang sama besarnya dengan segmentasi pemilih lainnya dalam mewujudkan negara yang berdaulat. Untuk itu, pengetahuan tentangnya mesti diperoleh dengan baik, benar, dan menyeluruh. Dengan begitu, setiap diri pemilih dapat menjadi pemilih yang cerdas. Jika setiap kita sudah menjadi pemilih yang cerdas maka, insyaallah calon pemimpin yang kita pilih akan membawa kehidupan negara kita semakin berkualitas.” tutur Dudung.

Selanjutnya Dudung menjelaskan ada beberapa hal yang peru diperhatikan pemilih pemula agar menjadi pemilih cerdas, diantaranya yaitu kenali dengan baik calon Presiden dan Wakil Presiden maupun calon anggota legislatif. Lihat dan pelajari rekam jejak tiap-tiap calon yang akan dipilih.

“Setelah mengenali calon dan rekam jejaknya, pemilih juga dapat membaca informasi seputar pemilu dan para kandidat. Namun, sebisa mungkin cari informasi yang valid dari sumber terpercaya, sehingga terhindar dari informasi bohong (hoax). Teliti sumber informasi dan penyebar informasinya, apakah dari pihak yang memiliki kredibilitas atau tidak. Lalu, telaah isi informasinya. Informasi valid hampir dipastikan tidak mengandung konten provokatif.” tutur Dudung.***

Komentar

comments