KPU Kuningan Gelar Rakor Tentang Pelaksanaan Kampanye

KPU Kuningan Gelar Rakor Tentang Pelaksanaan Kampanye

Kuningan, Senin 5 Februari 2018. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan mengelar Kegiatan Rapat Koordinasi tentang Kampanye kepada Pihak Terkait. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Lembah Ciremai Kuningan mulai pukul 08.00 WIB dihadiri oleh Ketua KPU Kuningan Heni Susilawati, Komisioner KPU Kuningan Divisi SDM dan Parmas Asep Z. Fauzi, Anggota Panwaslu Abdul Jalil Hermawan, Kasat Intet Polres Kuningan AKP Iwan Rasiwan, Dandim 0615 Kuningan, Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan, Ketua Pengadilan Negeri Kuningan, Kepala Dinas Perhubungan Kuningan, Kepala Sat Pol PP Kuningan, Desk Pilkada Kuningan, Kepala Badan Kesbangpol Kuningan, Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Hidup (BPLHD) Kuningan, Kabag Barjas Kuningan, serta seluruh Ketua dan Sekretaris DPC/DPD Partai Politik seKabupaten Kuningan.

Mengawali kegiatan, Ketua KPU Kuningan Heni Susilawati memberikan sambutan mengenai Pelaksanaan Kampanye,  Heni mengharapkan di tahapan kampanye ini bisa muncul persaingan sengit yang positif dan kompetitif antar Pasangan Calon dengan Ide dan Gagasan untuk Pembangunan Kuningan yang lebih baik di lima tahun kedepan. Berkaitan dengan kampanye ini heni mengatakan bahwa setiap pasangan calon mempunyai hak untuk difasilitasi seperti Alat Kampanye per Kepala KK, mendapatkan Alat Peraga Kampanye seperti Banner, Spanduk, dan Baligho, serta setiap Pasangan Calon berhak untuk mendapatkan layanan di Media Informasi contohnya seperti Iklan di Media Cetak, Media Online dan Radio.

Tiga narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Kasat Intelkam AKP Iwan Rasiwan SH,MH., Anggota Panwaslu Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Abdul Jalil Hermawan, serta Komisioner KPU Kuningan Divisi SDM dan Parmas Asep Z. Fauzi.

Kasat Intelkam AKP Iwan Rasiwan selaku narasumber pertama memaparkan materi tentang Prosedur Penerbitan STTP Kampanye dalam Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kuningan. Iwan menjelaskan materi Tata Cara  Peneribtannya yang didalamnya meliputi Persyaratan Pembuatan Pemberitahuan, Materi Surat Pemberitahuan Kampanye, Bentuk Kampanye, dan Larangan Kampanye. Hal yang harus dipenuhi oleh Pasangan Calon dan Partai Politik dalam membuat Surat Pemberitahuan diantaranya Pembuat Surat Pemberitahuan, Surat yang ditandatangani oleh Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati atau Ketua dan Sekretaris Kampanye, serta Tujuan Pemberitahuan ditujukan kepada Kapolres Kuningan,  dan Surat Pemberitahuan diajukan minimal H-7 dari tanggal pelaksanaan dan di sampaikan langsung kepada alamat. Surat Pemberitahuan Kampanye yang dialamatkan kepada Kapolres ditembuskan lagi kepada Ketua KPU Kabupaten, Ketua Panwaslu Kabupaten, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Perlindungan Masyarakat, Pemerintah Daerah, Camat, dan Kapolsek.

Selanjutnya narasumber kedua Asfa panggilan akrab dari Asep Z.Fauzi menjelaskan materi tentang Pedoman Teknis Kampanye,  Asfa menerangkan bahwa kegiatan Kampanye adalah Proses Pendidikan Politik.

“Kampanye yang memberikan pendidikan dan pemahaman politik adalah kampanye yang mengedepankan nilai-nilai positif; nilai pengorbanan, kejujuran, ketulusan, kerendahan hati, dan keterbukaan yang menerima kritikan. Unsur-unsur tersebut apabila ada saat kampanye, maka masyarakat/warga negara mendapat pengetahuan politik baru yang secara langsung mengubah persepsi mereka tentang politik di Indonesia. Hal itu sekaligus menjadikan kampanye sebagai sarana politik untuk membagi pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat, agar menjadi masyarakat yang lebih cerdas dan guna terciptanya pula Pilkada Serentak Tahun 2018 yang Semarak dan Damai.” tutur Asfa.

Dalam materinya Asfa menerangkan beberapa poin yang harus diketahui partai politik dalam pelaksanaan kampanye diantaranya  Prinsip Kampanye,  seperti Jujur mentaati setiap peraturan; Terbuka memberi informasi luas, detail, dan transparan kepada pemilih mengenai visi, misi dan program yang nantinya akan menjadi pedoman atau rujukan bagi pemilih dalam memberikan suara; Dialogis mengedepankan metode yang bersifat interaktif sehingga dapat memperjelas atau mempertajam Visi, Misi dan Program yang diusung untuk mewujudkan pemilih yang cerdas. Serta Program visi-misi yang diusung oleh Pasangan Calon haruslah sesuai dengan  program yang disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Materi tersebut dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis kepada masyarakat.

Lalu Asfa pun menjelaskan bahwa berkenaan dengan bahan kampanye dan alat peraga kampanye, bahan kampanye terdiri dari flyer, leaflet (brosur), pamflet, dan poster. Sedangkan alat peraga kampanye terdiri dari baligho, umbul-umbul, dan spanduk. berkenaan dengan jumlah bahan kampanye dan alat peraga kampanye yang akan dicetak pun dijelaskan, Asfa  lalu mendorong kepada peserta untuk segera menyiapkan desainnya.

Kemudian Asfa menyampaikan bahwa formatnya ada 7 jenis desain yang harus dibuat masing-masing terdiri dari empat poin bahan kampanye seperti flyer, brosur, pamflet dan poster. Lalu 3 Poin dari Alat Peraga Kampanye seperti Baligho, Umbul-umbul, dan Spanduk. Disarankan untuk membuat 3 jenis nomor urut agar nanti mudah  untuk pengambilan desiannya setelah hasil dari pengundian nomor urut pasangan calon sudah diketahui. Selanjutnya narasumber terakhir Abdul Jalil Hermawan memaparkan tentang pelanggaran-pelanggaran yang acapkali terjadi selama masa kampanye berlangsung.***

 

 

 

 

 

Komentar

comments