KPU Kuningan Gelar Rakor Persiapan Pendaftaran Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan

KPU Kuningan Gelar Rakor Persiapan Pendaftaran Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan

Kuningan, Sabtu 6 Januari 2018. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pendaftaran Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Tahun 2018. Kegiatan yang digelar di Hotel Prima Resort Kuningan tersebut dihadiri oleh Ketua KPU Kabupaten Kuningan Heni Susilawati, Ketua Panwaslu Kabupaten Kuningan Jubaedi, Komisioner KPU Kabupaten Kuningan Divisi Teknis Perencanaan dan Data Dadan Hamdani, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Divisi Teknis Kepemiluan seKabupaten Kuningan, dan Pimpinan Partai Politik atau yang mewakili.

Selain itu turut pula hadiri Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kuningan Dr. H. Asep Hermana, SP.B; Dandim 0615 Kabupaten Kuningan, Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan Edi Heryadi, S.Pd., M.Si; Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Kuningan; Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kuningan H. Saprudin, SE. M.H; dan Kesbangpol Kabupaten Kuningan Dadi Hariadi.

Mengawali kegiatan, Ketua KPU Kabupaten Kuningan Heni Susilawati memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Heni menyampaikan bahwa rapat koordinasi kali ini dalam rangka menyamakan kesepemahaman dalam Tahapan Pendaftaran Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan pada tanggal 8 s.d. 10 Januari 2018 di Kantor KPU Kabupaten Kuningan. Heni berharap semoga Pilkada Kuningan dapat melahirkan putra-putri terbaiknya untuk memimpin Kuningan.

“Pilkada Kuningan yang berkualitas dapat diraih dengan mengikuti aturan main yang berlaku. Mari kita jaga marwah Pilkada Kuningan. Lakukan setiap proses dengan penuh kehormatan. Untuk rekan-rekan penyelenggara, optimalkan pelayanan kepada pemilih. Untuk Bakal Pasangan Calon pastikan naskah visi misi juga disertakan saat penfataran. Visi misi harus berbasis RPJP Kabupaten Kuningan sehingga dapat mencerdaskan pemilih. Masyarakat dapat memilih berdasarkan visi misi calon bukan karena politik uang.” tutur Heni.

Setelah rakor secara resmi dibuka, Komisioner KPU Kabupaten Kuningan Divisi Teknis Perencanaan dan Data Dadan Hamdani menyampaikan kepada forum rapat tentang Syarat Pencalonan dan Syarat Calon. Dadan menyampaikan bahwa terdapat beberapa dokumen yang harus dipersiapkan oleh pasangan calon dalam hal Syarat Pencalonan yakni Model B KWK-Parpol, Model B.1 KWK Parpol, Model B.2 KWK Parpol, B.3 KWK Parpol, Model B.4 KWK Parpol, Keputusan tentang Kepengurusan Partai Politik sesuai tingkatannya. Untuk Syarat Calon meliputi Model BB.1 KWK, Model BB.2 KWK, Surat Keterangan tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dari pengadilan negeri yang wilayang hukumnya meliputi tempat tinggal calon.

Selain itu, Syarat Calon lainnya adalah tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; tidak sedang memiliki tanggungan hutang secara perseorangan dan/atau secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan negara; surat keterangan catatan kepolisian yang menerangkan Bakal Calon pernah/tidak pernah melakukan perbuatan tercela dari Kepolisian sesuai tingkatannya; Surat tanda terima penyerahan laporan harta kekayaan penyelenggara negara dari Komisi Pemberantasan Korupsi; Surat keterangan tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dari pengadilan niaga atau pengadilan tinggi yang wilayah hukumnya meliputi tempat tinggal calon.

Kemudian, Syarat Calon selanjutnya adalah Fotokopi kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama calon; Tanda terima penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi atas nama bakal calon, untuk masa 5 (lima) tahun terakhir atau sejak calon menjadi wajib pajak; Tanda bukti tidak mempunyai tunggakan pajak; Fotokopi Kartu Tanda Penduduk Elektronik; Fotokopi Ijazah/Surat Tanda Tamat Belajar (STTB), yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang; Pas Foto Berwarna ukuran 4×6 cm sebanyak 4 lembar; Softcopy Foto Berwarna ukuran 4×6 cm; Pas Foto Hitam Putih ukuran 4×6 cm sebanyak 4 lembar; Softcopy Foto Hitam Putih ukuran 4×6 cm; Foto calon ukuran 10.2 cm x 15.2 cm (4R) sebanyak 2 lembar; dan Softcopy Foto calon ukuran 10.2 cm x 15.2 cm (4R). Ada pun dokumen Syarat Calon (bersama) meilputi Naskah visi, misi dan program Pasangan Calon mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah yang ditandatangani Pasangan Calon; dan Daftar nama Tim Kampanye tingkat kabupaten/ kota, dan/atau kecamatan.

Selanjutnya, Ketua Panwaslu Kabupaten Kuningan Juabedi menyampaikan bahwa dalam Tahapan Pendaftaran Pasangan Calon, Panwaslu Kuningan akan turut serta mendampingi tahapan tersebut. Hal ini dimaksudkan agar segala tahapan Pilkada Kuningan 2018 dapat berjalan sesuai dengan mestinya. Menurut Jubaedi, pengawasan Pilkada Kuningan 2018 diharapkan mampu dilakukan oleh pelbagai pihak. Semakin banyak yang mengawasi, semakin berpotensi juga proses Pilkada Kuningan yang berkualitas. Untuk Pasangan Calon dan Partai Politik/ Gabungan Partai Politik dihimbau untuk menyerahkan salinan dokumen pendaftaran pasangan calon kepada Panwaslu Kabupaten Kuningan. Kepada masyarakat Kuningan, Jubaedi menghimbau untuk tidak ragu-ragu dalam melaporkan tindak pidana Pilkada jika menemukan. Segala yang diadukan akan ditindak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Dr. H. Asep Hermana, SP.B selaku Ketua IDI Kabupaten Kuningan kemudian menyampaikan bahwa bakala pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Tahun 2018 akan dilaksanakan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Menurutnya, pengambilan keputusan terhadap hasil penilaian kesehatan calon dengan alur 1) masing-masing Tim Pemeriksa Kesehatan yang menangani pemeriksaan medic-fisik-psikiatri, pemeriksaan psikologi, dan pemeriksaan bebas penyalahgunaan narkotika dan psikotoprika melakukan analisis terhadap hasil pemeriksaan calon; 2) Tim Pemeriksa Kesehatan melaksanakan Rapat Pleno yang dipimpin oleh Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan untuk membahas hasil analisis sebagaimana disampaikan oleh masing-masing Tim Pemeriksa Kesehatan; 3) Rapat Pleno sebagaimana dimaksud menyimpulkan hasil pemeriksaan kesehatan a) memenuhi syarat yang berarti calon dinyatakan mampu secara jasmani dan rohani serta bebeas penyalanggunaan narkotika dan/ atau psikotoprika; b) tidak memenuhi syarat yang berarti calon dinyatakan tidak memenuhi salah satu atau seluruhnya dari persyaratan mampu secara jasmani dan roani serta bebas penyalahgunaan narkotika dan/ atau psikotoprika; dan 4) Tim Pemeriksa Kesehatan menyampaikan kesimpulan kepada KPU Kabupaten/ Kota.

Untuk perumusan kesimpulan, Asep menyampaikan bahwa 1) dalam kesimpulan sebagaimana dimaksud adalah wajib dicantumkan tujuan pemeriksaan kesehatan, yaitu dalam rangka pemuhan syarat calon pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Tahun 2018; 2) kesimpulan tersebut bersifat final dan tidak dapat dilakukan dalam pemeriksaan pembanding; 3) dalam hal terdapat calon yang melakukan pemeriksaan pembanding dan menghasikan kesimpulan yang berbeda, maka hasil pemeriksaan pembanding tersebut tidak dapat digunakan sebagai kesimpulan pemeriksaan calon pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Tahun 2018; 4) dalam hal KPU Kabupaten/ Kota membutuhkan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan kesehatan calon, tim pemeriksaan kesehatan dapat menyampaikn penjelasan disertai dengan memperlihatkan seluruh hasil pemeriksaan kesehatan secara detail; dan 5) hasil pemeriksaan kesehatan secara detail masing-masing calon merupakan informasi yang bersifat rahasia berdasarkan ketentuan dalam UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Kemudian Ketua BNN Kabupaten Kuningan Edi Heryadi, S.Pd., M.Si, menyampaikan bahwa dalam pemeriksaan kesehatan Pasangan Calon, pemeriksaan urin adalah poin penting untuk mengetahui apakah pasangan calon tersebut melakukan penyalahgunaan narkotika atau tidak. Pemeriksaan melalui urin merupakan screening dan hasilnya akan disampaikan ke BNN Republik Indonesia. Ada pun tindak lanjutnya seperti apa termasuk pemeriksaan darah atau rambut, BNN Kuningan menunggu intruksi dari BBN Republik Indonesia.***

Komentar

comments