KPU Kuningan Buka Posko Pelayanan Pindah Memilih di STKIP Muhammadiyah

KPU Kuningan Buka Posko Pelayanan Pindah Memilih di STKIP Muhammadiyah

Kuningan, 6 Maret 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan kembali membuka posko pelayanan pindah memilih di perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Kuningan. Hari ini (6/3), KPU mendirikan posko di STKIP Muhammdiyah Kuningan. Giat pelayanan pindah memilih kali ini dihadiri oleh Komisioner KPU Kuningan Divisi Data dan Informasi Asep Budi Hartono, Divisi Teknis Penyelenggaraan Maman Sulaeman, dan Kepala BAAK STKIP Muhammadiyah Nanan Abdul Manan.

Hadir pula jajaran sekretariat KPU Kabupaten Kuningan Kasubbag Program dan Data Dudung Abdul Rokhman, Toto Saptori, Jaja Zaenal Arifin, Mucholidin, Ajiv Rizki Permadi, dan Zaka Vikryan. Selain itu turut serta hadir Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cigugur Divisi Perencanaan dan Data Iwan Darwasnyah dan PPK Kuningan Dede Yudi Iskandar.

“Saya ucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada KPU Kabupaten Kuningan yang telah membuka posko pelayanan pindah memilih ini. Dengan begini, seluruh pegawai dan mahasiswa STKIP Muhammadiyah Kuningan dapat mengetahui apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum dan juga bagi yang berhalangan memilih di TPS asal dapat membuat surat pindah memilih ke TPS tujuan.” tutur Nanan.

Asep menjelaskan bahwa posko pelayanan pindah memilih di STKIP Muhammadiyah ini merupakan rangkaian dari gerakan melindungi hak pilih. Menurutnya, giat pelayanan pindah memilih ini telah dimulai sejak hari Selasa (5/3) yang bermula di Universitas Kuningan, kemudia hari ini (6/3) di STKTIP Muhammadiyah dan siang harinya di Unisa Kuningan.

“Pelayanan pindah memilih ini pada akhirnya akan berpengaruh kepada hak surat suara yang akan didapat pemilih di TPS nantinya. Bagi pemilih yang membuat surat pindah memilih tentu hak suaranya disesuaikan dengan TPS tujuan. Informasi mengenai hak suara yang akan didapatkan merupakan poin penting juga yang harus diinformasikan kepada pemilih yang tidak dapat melakukan pencoblosan di TPS asal.” tutur Maman.***

Komentar

comments