KPU Kuningan Bertemu Pemilih Perempuan

KPU Kuningan Bertemu Pemilih Perempuan

Kuningan, Sabtu 23 Desember 2017. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan telah menghadiri undangan Kesbangpol Kuningan dalam kegiatan Sosialisasi UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang diselenggarakan secara maraton dengan varian segmentasi peserta.

Semula Kesbangpol telah menggelar sosialiasi kepada Pemilih Pemula pada tanggal 16 Desember yang bertempat di SMA N Ciawigebang dan kepada Pemilih Disabilitas pada tanggal 21 Desember 2017 yang bertempat di Aula Wisma Permata Kuningan. Hari ini (23/12), Kesbangpol kembali mengggelar sosialisasi UU No. 10 Tahun 2016 dengan segmentasi Pemilih Perempuan yang bertempat di GOW Kabupaten Kuningan.

Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Dadi Hariadi (Kepala Kesbangpol Kuningan), Heni Susiawati (Ketua KPU Kabupaten Kuningan), dan Jubaedi (Ketua Panwaslu Kabupaten Kuningan). Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh seluruh anggota ormas perempuan yang ada di Kabupaten Kuningan.

Dalam pemaparan materinya, Dadi menyampaikan tiga poin peran Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018. Peran tersebut meliputi memperbesar alokasi anggaran untuk sosialisasi dan pendidikan pemilih, baik dalam APBN maupun APBD; menjaga netralitas birokrasi dan PNS serta mensosialisasikannya sampai aparat paling bawah; dan ikut serta melaksanakan sosialisasi Pemilu.

Pemaparan berikutnya oleh Ketua KPU Kabupaten Kuningan Heni Susilawati menyampaikan bahwa tidak ada demokrasi tanpa pelibatan perempuan. Demokrasi kuat dengan kehadiran dan suara perempuan. Hal tersebut didasarkan pada partisipasi perempuan dalam pemberian suara ketika pemilihan, misalnya ketika Pilpres yang lalu prosentasi pemilih perempuan berada dikisaran 74,73% dan pemilih laki-laki 59,00% dan data-data tentang partisipasi perempuan pada penyelenggaraan pemilihan lainnya.

“Perempuan memegang peranan penting dalam pemilihan. Keberadaannya dalam kehidupan sehari-hari yang berinteraksi dengan keluarga, lingkungan rumah, masyarakat, atau lainnya adalah potensi yang dapat digunakan untuk sosialisasi Pilkada Serentak 2018. Sehingga partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak Rabu 27 Juni 2018 dapat meningkat. Perempuan juga dapat menjadi garda terdepan dan percontohan bagi anak-ananknya dalam menolak money politics dan golput.” tutur Heni.

Di hadapan peserta, Heni memberikan tips bagaimana caranya menjadi pemilih cerdas diantaranya adalah pastikan namamu terdaftar dalam daftar pemilih; cek dan ricek semua informasi tentang paslon; cari tahu visi, misi, program kerja paslon. catat janjinya. sudahi kepalsudan dan kebohongan; berhenti kampanye, saling menghormati; dan pastikan undangan sudah ditangan. katakan tidak pada politik uang.

Selain itu, hal-hal lain yang dapat dilakukan masyarakat selaku pemilih yakni datang ke TPS pada waktunya, membawa undangan, mencoblos dengan benar, celupkan salah satu jari ke dalam botol tinta, berpakaian dengan sopan, turut memantau penghitungan suara, jika ada kecurangan segera lapor, jika sengketa gunakan jalur hukum, dan mampu menjaga perasaan pendukung paslon yang kalah.

Selanjutnya Jubaedi selaku Ketua Panwaslu Kuningan menyampaikan potensi kerawanan
dan fokus pengawasan tahapan DPT. Potensi kerawanan tersebut meliputi pemilih ganda; data pemilih invalid; pemilih tidak dikenal/ fiktif; data pemilih tidak lengkap; akurasi data pemilih; dan derajat kemutakhiran data pemilih. Fokus pengawasan dalam tahapan tersebut meliputi mengawasi PPDP; mengawasi data pemilih; mengawasi metode dan prosedur pendataan; dan mengawasi pengumuman DPS hingga DPT. Ada pun peran-peran masyarakat untuk dalam merespo hal tersebut diantaranya adalah memberi informasi awal, mecegah pelanggaran, mengawasi/ memantau, dan melaporkan.***

Komentar

comments