KPU Kuningan Apresiasi Pemenang Essai  Pengalaman Relawan Demokrasi Pemilu 2019

KPU Kuningan Apresiasi Pemenang Essai Pengalaman Relawan Demokrasi Pemilu 2019

Perhelatan Pemilu 2019 memberikan banyak cerita bagi segenap masyarakat Indonesia. Tak terkecuali bagi kaum millennial yang saat ini memiliki populasi kurang lebih 40 persen  dari total penduduk Indonesia. Merespon strategisnya millenial ini, KPU RI membuat kegiatan yang mengakomodir peran serta millennial dalam Pemilu melalui Program Relawan Demokrasi. Relawan demokrasi direkrut sebanyak 55 orang disetiap kota/kabupaten.

Relawan demokrasi bertugas mensosialisasikan tahapn pemilu kepada masyarakat, sehingga pada akhirnya masyarakat sadar dan melek politik. Setiap relawan, memiliki cerita, pengalaman dan problematika dilapangan. Oleh karena itu, KPU RI memfasilitasi relawan demokrasi untuk menuliskan pengalaman selama menjadi relawan dalam bentuk bunga rampai cerita relasi 2019. KPU kuningan sebagai implementator kegiatan tersebut, mengumpulkan dan menyeleksi bahan essai cerita relawan demokrasi dari 55 relawan, untuk di seleksi sebagai pemenang.

Dari proses selsksi tersebut didapat pemenang esai tebaik 1 saudara Asep Saepuloh (basis pemilih Muda), terbaik 2 Raden Ayu (basis Marginal) dan terbaik 3 Lilis Suciyati (basis marginal). KPU Kuningan melalui Komisioner Divisi SDM, Parmas Dudunh Abdu Salam memberikan piagam penghargaan kepada pemenang lomba essai tersebut. “Apresiasi ini sebagai bentuk support kepada para pemenang agar terus semangat mencerdaskan politik masyarakat di kabupaten Kuningan.” tuturnya.

Asep Saepuloh relawan demokrasi basis pemilih muda mengatakan mayoritas relasi merupakan anak-anak muda (millennial) jadi, sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari relasi pemilu 2019, karena banyak pengalaman yang di dapat selama menjadi relasi, dan alhamdulilah dapat menjadi yang terbaik dalam lomba penulisan essai pengalaman relasi ini.

Raden Ayu dan Lilis Suciyati perwakilan relawan demokrasi basis marginal mengatakan ‘Berbagi ilmu kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya dengan bijak merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya, pergi ke daerah pelosok dan berinteraksi dengan banyak masyarakat membuat saya belajar tentang bagaimana caranya beradaptasi agar bisa diterima dengan baik dalam masyarakat yang memiliki kebiasaan dan budaya yang berbeda.

Harapannya tentu dengan adanya relawan demokrasi ini, semoga semakin banyak masyarakat Indonesia yang sadar akan pentingnya bepolitik sehingga angka partisipasi masyarakat semakin meningkat seperti pada tahun 1955 dimana masyarakat sangat antusias dalam menyambut pemilu yang bersih dan damai. ***

Komentar

comments