Pada hari Rabu tanggal 23 September 2020 KPU kabupaten Kuningan telah menyelenggarakan webinar dengan suguhan tema DEMOKRASI KUNINGAN PERSPEKTIF MAHASISWA. Kegiatan ini menghadirkan nara sumber para ketua dari 7 (Tujuh) organisasi mahasiswa ekstra kampus yang ada di kabupaten Kuningan yakni : 1) Sandi (Ketua Umum IMM periode 2020-2021), 2) M. Zikri Caesar R (Ketua Umum PMII Periode 2019-2020), 3) Wowo (Ketua Umum GMNI Periode 2019-2020), 4) Rio Bima (Ketua Umum SAPMA PP Periode 2019-2020), 5) Asep Karsono (Ketua Cabang HMI Kuningan Periode 2019-2020), 6) Muhammad Ramdan (Ketua Umum HMKI Periode 2019-2020), 7) Iis Mukhlis (Ketua Umum KAMMI Periode 2019-2020 dan 8) Gozin Muslim (Ketua Cabang HMI Kuningan Periode 2020-2021). Selain itu selaku pengantar diskusi Asep Z Fauzi, S.Pd.I (Ketua KPU Kab. Kuningan), selaku keynote speaker Elin Ratna Marlina, S.IP, M.Si (Kabid. Poldagri dan Orkemas Badan Kesbangpol Kuningan) dan sebagai moderator Dudung Abdu Salam, M.Pd (Anggota KPU Kab. Kuningan).

Ketua KPU Kab. Kuningan menyampaikan dalam pengantarnya bahwa webinar ini diselenggarakan dalam rangka bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada pemilih melalui kegiatan KPU Goes To Campus dengan melibatkan para aktivis mahasiswa. Beliau menambahkan bahwa mahasiswa memiliki peran sebagai 3 (Tiga) agen yakni agen perubahan (agent of change), sebagai agen kontrol sosial (agent of social control) dan agen transfer pengetahuan (agent of transfer knowledge).

Hal tersebut diperkuat oleh Kabid Poldagri Kesbangpol Kuningan Elin Ratna Marlina, S.IP, M.Si. Beliau menyampaikan mulai dari tentang pengertian pemilih pemula, demokrasi, prinsip dan prasyarat demokrasi, lalu menyampaikan tentang arti Pemilu, manfaat Pemilu, ciri Pemilu demokratis dan dasar Pemilukada. Di akhir penyampaiannya beliau menegaskan bahwa mahasiswa memiliki beberapa peran dalam mewujudkan demokrasi khususnya di Kuningan dengan sehat diantaranya adalah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, mencegah tingginya angka golput, tidak terlibat dalam konflik SARA ataupun pembelahan politik, melakukan kontrol kebijakan pemerintah, aktif menjadi penyelenggara pemilihan dan terjun ke dunia politik jika sudah mampu.

Sandi (Ketua IMM Kuningan) menyampaikan bahwa potensi millenial sangat urgen, apalagi di era digital, segala akses informasi akan diterima. Bonus demografi, bahwa Indonesia pada tahun 2045, akan berlimpah generasi muda yang populasinya sangat banyak, ini harus dimanfaatkan dengan baik. Sedangkan Gozin Muslim (Ketua Cabang HMI Kuningan Periode 2020-2021) menyoroti angka partisipasi pemilih yang belum sesuai rata-rata nasional, walaupun dari Pilkada ke Pilkada mengalami peningkatan.

Sisi lain Wowo (Ketua Umum GMNI Kuningan Periode 2019-2020) menyoroti bahwa masih tingginya angka golput di setiap pemilihan. Sedangkan M. Zikri Caesar R (Ketua Umum PMII Kuningan Periode 2019-2020) mengatakan bahwa masih merajalelanya oligarki politik di setiap kontestasi pemilihan. Dan Asep Karsono (Ketua Cabang HMI Kuningan Periode 2019-2020) menyampaikan tentang pentingnya pendidikan politik dan peran partai dalam pendidikan politik dan pemilih.

Disusul Muhammad Ramdan (Ketua Umum HMKI Periode 2019-2020) menyampaikan tentang peningkatan kesadaran dan edukasi demokrasi bagi pemilih pemula, mahasiswa dan perantauan. Demokrasi secara sederhana ialah kedaulatan oleh rakyat dengan diwujudkan dalam pemilihan umum, maka dirasa perlu adanya peningkatan partisipasi dan edukasi bagi pemilih. Partisipasi pemilih di kabupaten Kuningan pada Pilkada tahun 2018 dan Pileg tahun 2019 sekitar 71-74 % sisanya tidak memilih, jangan-jangan dari masyarakat rantau, tuturnya.

Kami HMKI yang menghimpun anggota di 9 cabang se-Indonesia siap menjadi relawan demokrasi, relawan pemilih urban dan lain-lain untuk mensosialisasikan seputar demokrasi  bersinergi dengan KPU dan organisasi / perkumpulan rantau, sambungya. Karena melihat di perantau banyak kendala mulai dari waktu, lebih mementingkan urusan / kerja, hemat ongkos pulang dan lain-lain. Kemudian untuk jadwal pesta demokrasi mudah-mudahan bisa diselenggarakan / adanya hari libur nasional demokrasi  selama 4 (Empat) hari didukung oleh seluruh KPU se-Indonesia, ditetapkan oleh KPU RI / Keppres tentang hari libur nasional 4 hari atau pada hari libur setelah lebaran dan lain-lain guna peningkatan partisipasi masyarakat rantau.

Ramdan menambahkan bahwa anggaran yang besar dapat dialokasikan salah satunya fasilitas kendaraan bus mudik untuk para perantau untuk peningkatan partisipasi pemilih. Untuk kaum millenial atau generasi Z kami HMKI mengajak semua unsur OKP/BEM untuk menerapkan materi wajib  tentang demokrasi dalam setiap orientasi / Ospek organisasi secara rutin. Selain itu diadakan Gerakan Bersama / Gerakan Ayo Memilih dan sebagainya. Juga peningkatan uji publik calon-calon dalam Pilkada tahun 2023 dan Pileg tahun 2024 mendatang. Kemudian lakukan penghematan anggaran Pilkada / Pemilu salah satunya dengan memberikan saran dalam setiap acara diharapkan tidak di hotel atau tempat yg mahal tetapi manfaatkan fasilitas / gedung kabupaten.

Pada akhir sesi webinar, Ketua Bawaslu Kuningan Ondin Sutarman dan Masuri ketua KNPI Kuningan menyampaikan pentingnya mahasiswa terlibat dalam edukasi politik kepada masyarakat yang menjadi alat kontrol dari kebijakan pemerintah dan edukasi tentang negatifnya money politik.
Kegiatan webinar ini diikuti oleh 51 peserta yang terdiri dari unsur mahasiswa, penyelenggara pemilihan juga politisi  DPRD Prov Jawa Barat. (Tim Media Center)

Komentar

comments