KPU gelar Bimbingan Teknis Verifikasi Faktual Keanggotaan Partai Politik

KPU gelar Bimbingan Teknis Verifikasi Faktual Keanggotaan Partai Politik

Kuningan 13 Desember 2017, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan menggelar Acara Bimbingan Teknis Mekanisme Verifikasi Faktual Partai Politik bertempat di Aula Hotel Grand Purnama Kuningan. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan seluruh Partai Politik yang ada di Kabupaten Kuningan.

Acara ini diadakan guna menyampaikan poin-poin apa saja yang harus dipersiapkan oleh partai politik untuk menghadapi tahapan Verifikasi Faktual Partai Politik yang akan dilakukan oleh Tim Verifikasi KPU Kabupaten Kuningan. Tahapan verifikasi faktual tersebut rencananya akan dilakukan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 s.d. 04 Januari 2018.

Pada sesi pertama acara dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Kuningan Heni Susilawati dan dilanjutkan penyampaian materi tentang Verifikasi Faktual Partai Politik, yang di dalamnya menjelaskan beberapa mekanisme yakni pertama tentang Verifikasi Faktual Kepengurusan Partai Politik meliputi jumlah dan susunan Pengurus (Ketua, Sekretaris dan Bendahara) Partai Politik di tingkat kabupaten/ kota; pemenuhan keterwakilan perempuan pada kepengurusan Partai Politik tingkat kabupaten/ kota paling sedikit 30% (tiga puluh persen); dan mengecek keabsahan domisili kantor tetap untuk kepengurusan partai politik tingkat kabupaten/ kota sampai berakhirnya tahapan Pemilu, serta tentang ketidakhadiran ketua, sekretaris, dan bendahara partai politik  harus disertakan dengan kelengkapan dokumen yang lengkap mengenai ketidakhadirannya saat verifikasi kepengurusan.

Berkenaan dengan penyampaian materi di atas, Heni juga memandu Simulasi Verifikasi Faktual Kepengurusan  Partai Politik. Proses simulasi melibatkan sejumlah perwakilan Partai Politik, Komisioner KPU, dan Panwaslu Kuningan. Simulasi tersebut bertujuan untuk mengecek kesiapan Kepengurusan Partai Politik dalam kegiatan verifikasi yang akan dilaksanakan nanti dan serta mengecek kesiapaan KPU sebagai pihak verifikator terkait.

Di akhir paparan materinya, Heni menyampaikan pesan kepada perwakilan partai politik untuk mempersiapkan segala aspek atau poin-poin yang harus dilengkapi sebelum tahapan kegiatan verifikasi dilakukan.

Untuk membuat suasana bimtek lebih edukatif, inovatif, dan kreatif, KPU Kabupaten Kuningan di sela-sela penyampaian materi menyisipkan beberapa kegiatan yakni tari Gemu Fa Mi re, Senam Otak, dan Permainan Kahoot. Peserta bimtek yang terdiri dari perwakilan partai politik dikenalkan permainan berbasis internet (Kahoot) agar dapat diukur seberapa dalam pemahamannya tentang tahapan verifikasi factual keanggotaan partai politik.

Pada Sesi kedua ada penyampaian materi mekanisme verifikasi faktual kanggotaan partai politik oleh Komisioner KPU Kabupaten Kuningan Divisi Hukum Jajang Arifin. Dalam penyampaiannya, Jajang menyampaikan tentang bagaimana dan cara-cara apa saja yang harus dilakukan partai politik dalam memenuhi kelengkapan data keanggotaannya serta kategorisasi anggota partai politik yang tidak memenuhi syarat (TMS) dan memenuhi syarat (MS).

“Dalam verfak keanggotaan yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Kuningan rencananya akan dilakukan secara (Door To Door), mekanismenya diantaranya setiap anggota yang nama dan alamat lengkapnya tidak ada termasuk dalam kategori TMS, apabila yang bersangkutan tidak bisa menunjukan KTA atau KTP asli maka termasuk juga TMS, kemudian apabila orang tersebut tidak menyatakan anggota partai politik dan  menandatangani form Lamp 4 Model BA FK KPU Kab/Kota-Parpol termasuk juga dalam kategori TMS” tutur Jajang.

Jajang kemudian menyampaikan bahwa jika anggota langsung menyatakan keanggotaanya maka ia termasuk MS, lalu apabila orang tersebut mengundurkan diri saat tahapan verfak dilakukan, maka ia pun termasuk MS, dan apabila pihak terkait tidak dapat ditemui maka ada dua tahapan,  pertama apabila pihak bersangkutan memberikan catatan pada kolom keterangan dalam Formulir Lampiran 2 Model BA FK KPU KAB/KOTA-Parpol, maka ia termasuk MS. Apabila yang bersangkutan tidak dapat ditemui ketika verfak , maka verifikator melakukan dua hal , pertama memberikan catatan pada kolom keterangan dalam Formulir Lampiran 2 Model BA FK KPU KAB/KOTA-PARPOL, Kemudian anggota keluarga atau seseorang yang mengenal membubuhkan tanda tangan sebagai bukti bahwa verifikator lapangan telah menandatangani tempat tinggal anggota yang bersangkutan tetapi tidak dapat ditemui.

 

***

 

Komentar

comments