KPU dan Panwaslu Kabupaten Kuningan Hadir di RSHS

KPU dan Panwaslu Kabupaten Kuningan Hadir di RSHS

Bandung, 11 Januari 2018. Terinformasi dari Ketua KPU Jawa Barat Dr. Yayat Hidayat, S.Sos., M.Si bahwa untuk jadwal pemeriksaan rohani, bebas penyalahgunaan narkotika, tes urine, dan pengambilan sampel darah untuk bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan adalah hari ini (11/1) terhitung sejak pukul 13.00 WIB. Selanjutnya untuk jadwal pemeriksaan kesehatan jasmani dan kemampuan secara jasmani bagi bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan yakni pada hari Senin tanggal 15 Januari 2018.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua KPU Kabupaten Kuningan Heni Susilawati, Komisioner KPU Kabupaten Kuningan Divisi SDM dan Parmas Asep Z Fauzi, Divisi Hukum Jajang Arifin, Sekretaris KPU Kabupaten Kuningan Upi Shopian, Kasubag Hukum Dedi Fristiadi, Ketua Panwaslu Kabupaten Kuningan Jubaedi, dan Anggota Panwaslu Kabupaten Kuningan Abdul Jalil Hermawan. KPU Kabupaten Kuningan dan Panwaslu Kabupaten Kuningan hadir dalam tahapan pemeriksaan kesehatan tersebut dalam rangka melayani seluruh bapaslon dan memastikan setiap tahapan diikuti sesuai regulasi oleh seluruh bapaslon.

Sesuai berita acara Nomor 01/HK.05-BA/3208/KPU-Kab/I/2018 tentang Pendaftaran Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Tahun 2018 tercatat 3 bakal pasangan calon, yakni atas nama bapaslon atas nama H. Acep Purnama, S.H., M.H. dan Wakil Bupati M Ridho Suganda, M.Si. melakukan pendaftaran ke Kantor KPU Kabupaten Kuningan pada tanggal 8 Januari 2018, bapaslon  H. Dudy Pamuji, S.E., M.Si., dan H. Udin Kusnaedi, S.E., M.Si. pada tanggal 9 Januari 2018, dan bapaslon dr. H. Toto Tauffikurohman Kosim dan Yosa Octora Santono, S.Si., M.M. Ketiga bapaslon tersebut hadir di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung terhitung sejak pukul 13.00 WIB.

Dalam tahapan pemeriksaan kesehatan meliputi beberapa aspek pemeriksaan. Berdasarkan Keputusan KPU RI No 231/PL.03.1-Kpt/06/KPU/XII/2017 tentang Petunjuk Teknis Standar Kemampuan Jasmani dan Rohani serta Standar Pemeriksaan Kesehatana Jasmani, Rohani, dan Bebas Penyalahgunan Narkotika dalam Pemiihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atu Walikota dan Wakil Walikota, untuk disabilitas-medik dalam kesehatan jiwa meliputi pemeriksaan gangguan skizofrenia, gangguan mood dengan gambaran psikotik, gangguan waham menetap, gangguan psikotik akut, neurosis berat, retardasi mental maupun gangguan intelektual berta lain, dan gangguan kepribadian.

Sementara disabilitas-medik dalam kesehatan jasmani meliputi 5 bidang yakni sistem saraf; sistem jantung dan pembuluh darah; sistem pernapasan; bidang penglihatan; dan bidang telinga, hidung, tenggorok, kepala, dan leher. Untuk pemeriksaan sistem saraf terdiri dari 4 aspek yaitu 1) disabilitas-medik motorik dengan skala rankin dimodifikasi dengan nilai >2 (kurang dari 2), misalnya pada distrofia muskulorum progesiva, myastenia gravis berat; 2) disabilitas-medik keseimbangan dan koordinasi; 3) gangguan single domain kognitif bert yang tidak dapat dikoreksi, meliputi gangguan salah satu dari fungsi atensi, bahasa, memori, visuospasial, dan fungsi eksekutif; dan 4) gangguan multi domiain kognitif berta yang tidak dapat dikoreksi.

Untuk pemeriksaan sistem jantung dan pembuluh darah meliputi pemeriksaan gangguan jantung/ pembuluh darah dengan resiko mortalitas dan morbiditas jangka pendek yang tinggi dan tidak dapat dikoreksi; gangguan kardiovaskular simtomatik yang sukar diatasi dengan farmako-terapi atau intervensi bedah atau non-bedah; disabilitas-medik akibat toleransi/ kemampuan fisik yang rendah.

Pemeriksaan sistem pernapasan berkaitan dengan 2 hal yakni gangguan pernapasan dengan derajat obstruksi berat dan restriksi berat; dan kanker paru termasuk metastasis. Selanjutnya bidang penglihatan meliputi tajam penglihatan jauh dengan koreksi masih lebih buruk dari 6/18 dan/atau tajam penglihatan sekat dengan koreksi masih lebih buruk dari Jeager 2 pada mata terbaik; lapang pandangan kurang dari 20 derajat; diplopia yang tidak dapat dikoreksi; dan kelainan organik sebagai akibat penyakit lain yang dideritanya sehingga mengakibatkan keterbatasan dalam melakukan pekerjaan.

Pemeriksaan kesehatan jasmani bidang telinga, hidung, tenggorok, kepala, dan leher meliputi tulis yang tidak dapat dikoreksi dengan alat bantu dengar setelah dilakukan pemeriksaan audiometri nada murni; disfonia berat yang menetap sehingga menyulitkan untuk komunikasi verbal; gangguan sendi rahang berta yang mengganggu fungsi; kista besar di rongga mulut yang mengganggu fungsi berbicara dan menelan; kelainan kongenital dari mulut, gusi, dan langit-langit yang setelah koreksi masih mengganggu fungsi suara dan bicara; gangguan phonetik berta; dan abses berta yang mengarah pada sepsis.

Selanjutnya standar sisi psikologi atau memenuhi kesehatan rohani yang akan dijalani oleh bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan Tahun 2018 meliputi pemeriksaan kesehatan mengenai intelegensia yang baik yakni kecerdasan kognitif; kemampuan mengendalikan diri dan emosinya sehingga dapat mengatasi tekanan; memiliki harapan hidup dan kapasitas untuk mencapai tujuan hidup sebaik mungkin; mampu memanfaatkn potensi dan energinya untuk bekerja secara produktif; dan mempunyai sikap yang sesuai dengan norma dan pola hidup masyarakatnya sehingga relasi interpersonal dan sosialnya baik.

Berdasarkan PKPU No 1 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/ atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018, tahapan penyampaian hasil pemeriksaan kesehatan dilaksanakan pada tanggal 15 s.d. 16 Januari 2018.***

Komentar

comments