Agen Sosialisasi Kuningan Hadiri Undangan KPU Jabar

Agen Sosialisasi Kuningan Hadiri Undangan KPU Jabar

Kuningan, Kamis 8 Februari 2018. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kuningan beserta Agen Sosialisasi seKabupaten Kuningan hadiri kegiatan Peresmian dan Pembekalan Agen Sosialisasi KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota oleh KPU Provinsi Jawa Barat. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada pukul 09.00 WIB (7/2/2018) s.d. selesai di Aula Hotel Trans Luxury Bandung dan dihadiri oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Barat Dr. H Yayat Hidayat, M.Si, Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Divisi Teknis dan Perencanaan Data H. Endun Abdul Haq M.Pd., Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Divisi SDM dan Parmas Nina Yuningsih, S.Ag., S.Pd., MM., Kasubbag Teknis Provinsi Jawa Barat Cecep Nurzaman, S.Ip., Mag., Sekretaris Kesbangpol Provinsi Jawa Barat H. Khairul Naim SKM, M.Epid.,  Pakar Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Dr. H. Diah Fatma Sjoraida, M.Si., Pengamat Media Sosial Ainun Chomsun, beserta seluruh Agen Sosialisasi seProvinsi Jawa Barat.

Mengawali kegiatan, Cecep Nurzaman membacakan tugas tugas apa saja yang harus di lakukan oleh Agen Sosialisasi, seperti menyampaikan informasi berkaitan pilkada yang benar, Agen Sosialisasi terdiri dari dua bagian  Agen Sosialisasi Provinsi Jawa barat yang berjumlah 55  orang dan  Agen Sosialisasi Kabupaten/Kota yang Jumlahnya 64 orang. Selanjutnya Ketua KPU Provinsi Jabar Yayat Hidayat memberi sambutan sekaligus membuka acara secara resmi pada pukul 09..00 WIB

Dalam sambutannya Yayat mengatakan bahwa Pilgub Jabar secara demografis dan geografis lebih besar dari Pemilu Nasional di negara lain, Pilgub Jabar sendiri memiliki total daftar pemilih 33 Juta mengalahkan Pemilu Nasional Negara Lain  contohnya Pemilu Australia yang hanya 15 juta daftar pemilih, bahkan Pemilihan Spanyol pun kalah dengan Pemilihan Gubernur Jabar, maka dari itu jika Partai Politik memenangkan Pilgub Jabar maka jalan menuju kemenangan di Pemilihan Umum nanti akan mudah, karena total 20% penduduk indonesia itu berada di Jawa Barat.

“saya berharap kepada 1309 Agen Sosialisasi se-Jawa Barat untuk bisa menjadi perpanjangan tangan dari kami dalam penyebaran informasi kepada pemilih, penyebaran sosialisasi itu pun harus dilakukan dengan sikap netral, professional dan berintegritas.”tutur Yayat.

Selanjutnya bertindak sebagai narasumber Sekretaris Kesbangpol Jabar H. Khairul Naim, SKM, M.Epid menuturkan hal yang berkaitan dengan Integritas badan penyelenggara dalam menghadapi tahapan Pilkada Serentak 2018, dalam materinya Khairul juga membahas tentang kemudahan teknologi di era milenial saat ini, Khairul mendorong kepada Agen Sosialisasi untuk bisa memanfaatkan kemudahan teknologi ini untuk bisa menciptakan koordinasi yang baik antar penyelenggara dan untuk bisa mempermudah penyebaran informasi secara langsung kepada pemilih.

Lalu Dr. H. Diah Fatma Sjoradia,M.Si sebagai narasumber kedua menuturkan materi tentang Membangun Reputasi dan Opini Positif melalui Social Media, didalam penyampainnya Diah mengatakan bahwa perkembangan media social saat ini sudah sangat berkembang pesat, hampir semua orang indonesia memiliki media sosial pribadi, dan Indonesia sendiri tercatat sebagai pengguna media sosial paling aktif di dunia, contoh Facebook di indonesia memiliki pengguna aktif yang mencapai 115 juta orang dan Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia pengguna facebook paling aktif. Berkaitan dengan hal ini Diah mendorong kepada Agen Sosialisasi untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk menggunakan media sosial sebagai peranan penyampaian informasi langsung terhadap masyarakat di daerah berkaitan dengan tahapan Pilkada Serentak yang akan digelar Rabu 27 Juni 2018 nanti.

Narasumber berikutnya adalah Ainun Chomsun Pengamat Media Sosial sekaligus founder dari Akademi Berbagi, Yuma & Co, dan Cerdas Digital, Ainun berkesempatan menyampaikan materi tentang Sosial Media dan Hoax, Ainun sendiri adalah orang yang sudah malang-melintang di dunia digital, Ainun mengatakan bahwa hampir seluruh orang Indonesia hari ini mempunyai yang namanya media sosial, hampir dari semua orang di Indonesia tidak bisa melepas peranan media sosial di kehidupan sehari harinya, tercatat bahwa Indonesia termasuk negara paling aktif dalam penggunaan media sosial di dunia. Berkaitan dengan hal itu, Ainun menyayangkan data tersebut tidak diringi dengan tingkat literasi dan daya keinginan membaca yang baik sehingga orang Indonesia mudah sekali terpengaruh berita Hoax. Ainun pun mendorong peserta untuk melawan berita hoax tersebut dengan penyebaran informasi melalu media sosial yang baik yang bisa memberi perubahan terutama dalam mencerdaskan masyarakat tentang pengetahuan Pilkada Serentak 2018.

Setelah penyampaian dari Ainun, kegiatan pun dilanjutkan dengan pengarahan dari Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Endun Abdul Haq  tentang informasi yang harus di sampaikan peserta harus lah sama terutama mengenai tahapan/jadwal kegiatan Pilkada Serentak 2018, dan tentang mekanisme kerja yang harus dilakukan.

Kegiatan terakhir diisi oleh Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Divisi SDM dan Parmas Nina Yuningsih, Nina menuturkan paparan tentang Kode Etik Agen Sosialisasi, yang didalamnya terdapat garis besar tentang Netralitas, Profesionalitas, dan Intergritas yang harus dipegang dengan teguh oleh peserta dalam melaksanakan pekerjaannya nanti. Penyampaian kode etik ini sendiri merupakan pembekalan terhadap peserta untuk bisa memahami hal yang harus dilakukan dan hal yang tidak boleh dilakukan ketika pelaksanaan kerja nanti .***

Komentar

comments